bem-uns on January 19th, 2011

Rabu, 19 Januari 2011. Kembali mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Universitas Sebelas Maret (ForBes BEM Se-UNS) kembali menggelar aksi di Bundaran Gladag. Sekitar 25 aktivis meyerukan tentang pecah kongsi antara janji dan bukti yang telah dilakukan oleh pemerintah atas penanganan berbagai kasus di negeri ini. Terutama pemberantasan korupsi yang merupakan salah satu prioritas kerja dari pemerintah.

“Hari ini bertepatan dengan pembacan putusan peradilan Gayus Tambunan, dan harapannya apa yang diputuskan peradilan menjadi salah satu bukti komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran di bawahnya untuk mengurai benang kusut pemberantasan korupsi di Indonesia”, ujar Zulfikar Ali Ahmad selaku kordinator aksi kali ini.

Forbes Bem Se-UNS juga membawa harapan bahwa dengan aksi ini tidak hanya pemerintah yang tersentil namun juga mahasiswa lain agar tidak hanya berkutat pada akademis, namun juga yang ikut memikirkan permasalahan Bangsa Indonesia yang semakin carut marut ini. Pernyataan Gayus agar dijadikan staf ahli Kapolri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK ketika membacakan dupliknya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,( Senin 10 Januari 2011) serta mengumbar janji apabila keinginannya terkabul, maka dalam dua tahun Indonesia bersih, menjadi pernyataan kecut yang tentu saja mencoreng nama instani penegak hukum Indonesia.

“Gayus berani memberi janji dalam dua tahun Indonesia bersih dari korupsi tidak hanya kelas teri tapi juga kelas kakap yang menjadi aktor dibalik jaring mafia korupsi negeri, ucapannya melebihi instruksi dan keberanian yang diberikan oleh Presiden Indonesia, itu yang membuat kami merasa perlu mendukung Gayus sebagai presiden, jika presiden tersinggung justru itu tujuan kami, agar pemerintah kembali ke jalan yang benar, tidak justru terbenam dalam segala bentuk kritikan yang dicecarkan oleh berbagai pihak” ungkap Wachid Noor Hidayat, selaku Menteri Luar negeri BEM UNS Kabinet Inspiratif.

Statement Gayus menjadi suatu yang pelik saat pemerintah mengaku berupaya memberantas korupsi negeri. Namun faktanya, yang diusut hanya kasus kelas kelas teri termasuk kasus Gayus ini, dan entah ke depan kasus ini akan seperti apa perkembangannya. Apa yang diyatakan Gayus bisa jadi menjadi salah satu bentuk kekecewaannya karena ia mau memberikan informasi terkait berbagai kasus korupsi namun hingga saat ini pemerintah hanya mengusut kasus-kasus kelas teri, dan justru terkesan mempelintir kasus korupsi.

Aksi ini merupakan aksi dari mahasiswa yang tergabung dalam Forbes Bem Se-UNS untuk senantiasa menyuarakan suara nurani rakyat Indonesia. Akan ada aksi-aksi lanjutan berikutnya nanti. Aksi yang diakhiri dengan teatrikal “Dukung Gayus jadi ratu” mengisahkan tentang penobatan Gayus sebagai seorang ratu di suatu negeri dengan komitmennya untuk membuat bersih negeri tersebut dari bencana korupsi. Meski di negeri asalnya dianggap sebagai tikus namun di negeri orang ia menjadi pahlawan dan Ratu bangsa yang disegani.

Leave a Reply